Beranda > KAJIAN STUDI ISLAM, Ulumul Qur'an > Tertib Ayat dan Surah

Tertib Ayat dan Surah

Pada sesi‐sesi sebelumnya kita telahmembahas sejarah pengumpulan dan penertiban Al Quran, kemudian pembahasan tema itu agak terhenti sejenak karena kita ingin memahami apa yang dimaksud dengan istilah “tujuh huruf”. Sekarang kita ingin melanjutkan tema sejarah pengumpulan dan penertiban Al Quran. Yakni pada masalah tertib ayat dan surah Al Quran.

Quran terdiri dari surat‐surat dan ayat‐ayat, baik yang pendek maupun yang panjang. Ayat adalah kalam Allah yang terdapat dalam sebuah surah dalam Al Quran. Surah adalah sejumlah ayat Quran yang mempunyai permulaan dan kesudahan. Tertib atau urutan ayat‐ayat Quran ini adlah tauqifi atau Ketentuan dari Rasulullah SAW. Tepat seperti pernyataan dari para Ulama besar misalnya Az Zarkasyi dalam Al Burhan dan Abu Ja’far ibnuz Zubair dalam Munasabahnya, dimana ia mengatakan ;“tertib ayat‐ayat di dalam surah‐surah itu berdasarkan tauqifi dari Rsulullah dan atas perintahnya, tanpa diperselisihkan oleh kaum muslimin. ” As‐Suyuti telah memastikan hal itu, ia berkata “Ijma’dan nas‐nas yang serupa menegaskan, tertib ayat‐ayat itu adalah tauqifi, tanpa diragukan lagi.” Jibril menurunkan beberapa ayat kepada Rasulullah dan menunjukan kepadanya tempat dimana ayatayat itu harus diletakkan dalam surah atau ayat‐ayat yang turun sebelumnya. Lalu Rasullullah memerintahkan kepada para penulis wahyu untuk menuliskannya ditempat tersebut. Ia mengatakan kepada mereka ; “Letakkan ayat‐ayat ini pada surah yang didalamnya disebut begini dan begini.” Atau “Letakkan ayat ini ditempat anu.” Jibril senantiasa mengulangi dan memeriksa Quran yang telah disampaikannya kepada Rasulullah sekali setiap tahun, pada bulan Ramadhan dan pada tahun terakhir kehidupannya sebanyak dua kali.

Pembagian suratsurat dan ayatayat Quran

Surah dalam Alquran dibagi menjadi empat bagian , yakni ; at‐Tiwal, al‐Miún, al‐Masani, al‐mufassal.

Ad.1 at‐Tiwal

Kelompok ini ada tujuh surat, yaitu : Al‐Baqarah, Ali‐Imran, An‐Nisa’, Al‐Maidah, Al‐Anám, Al‐A’raf, sedangkan yang ketujuh terdapat perbedaan pendapat, ada yang berpendapat yang ketujuh adalah Al‐Anfal dan Baraáh sekaligus. Ada yang berpendapat surat Yunus lah yang ketujuh.

Ad.2 Al‐Miun

Yaitu kelompok surat yang jumlah ayatnya berrhjumlah lebih dari seratus, atau sekitar itu.

Ad.3 Al‐Masani

Yaitu kelompok surah yang ayat‐ayatnya berjumlah di bawah Al‐Miun. Dinamakan Masani, karena surah itu diulang‐ulang bacaannya lebih banyak dari At‐Tiwal dan Al‐Miun’.

Ad.4 Al‐Mufassal

Terjadi perbedaan pendapat, ada yang mengatakan dimulai dari surah Hujurat, ada yang mengatakan dari surat yang lain. Mufassal dibagi menjadi tiga: Tiwal, Ausat, dan qisar. Mufassal tiwal dimulai dari surat Qaf atau Hujurat sampai dengan Ámma atau Al‐Buruj sampai dengan ,Amma atau Buruj.

Mufassal ausat dimulai dari Duha atau Lam Yakun sampai dengan Quran terakgir. Dinamakan Mufassal karena banyaknya fasl (Pemisahan) diantara surah‐surah tersebut dengan basmallah.

Ada 114 surah dalam Alquran, ada yang mengatakan 113 surah karena mereka menghitung surah Al‐Anfal dan Baraáh menjadi satu surat saja (mereka menghitungnya sebagai satu surat karena surat Baraáh – yang tanpa Bismillah‐ itu sebagai surat Al‐Anfal). Jumlah ayat Quran ada 6.200 lebih, kelebihan ini masih diperselisihkan. Ayat terpanjang adalah tentang hutang‐piutang. Sedangkan surah terpanjang adalah Al‐Baqarah. Pembagian seperti ini mempermudah orang untuk menghafal dan mengkajinya.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: