Beranda > Fiqih, KAJIAN STUDI ISLAM, Shalat > TATACARA SHALAT (SYAIKH MUHAMMAD BIN SHALEH AL UTSAIMIN)

TATACARA SHALAT (SYAIKH MUHAMMAD BIN SHALEH AL UTSAIMIN)

Shalat adalah ibadah yang terdiri dari ucapan dan perbuatan yang diawali dengan takbir dan diakhiri dengan salam.

Apabila seseorang hendak melakukan shalat, maka ia wajib berwudhu terlebih dahulu jika ia berhadats kecil, atau mandi terlebih dahulu jika ia berhadats besar, atau bertayammum jika ia tidak memperoleh air atau sedang dalam kondisi tidak diizinkan memakai air. Selain itu ia juga harus terlebih dahulu membersihkan badan, pakaian, dan tempat shalat dari najis.Tata cara shalat:

1.Menghadap kiblat dengan seluruh badan tanpa berpaling dan    menoleh.

2.Niat shalat yang ingin dikerjakan (di dalam hati, tanpa diucapkan).

3.Takbiratul Ihram (Takbir pembukaan) dengan mengucapkan “Allahu Akbar” dan mengangkat kedua tangan ketika bertakbir.

4.Meletakkan telapak tangan kanan di atas punggung telapak tangan kiri di atas dada.

5.Membaca istiftah, yaitu:

اَللَّـهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ المَشْرِقِ وَالمَغْـرِبِ, اَللَّهُـمَّ نَقِّنِي مِن خَطَايَايَ كمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ, اَللَّهمَّ اغْسِلْنِي مِنْ خَطَايَايَ بِالمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالبَرَد

“Ya Allah, jauhkanlah aku dari segala dosa-dosaku, sebagaimana Engkau telah menjauhkan antara timur dengan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dari dosa-dosaku, sebagaimana dibersihkannya kain putih dari kotoran. Ya Allah, cucilah aku dari dosa-dosaku dengan air, es, dan embun.”

6.Membaca:  أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

7.Membaca basmalah, dan surat Al Fatihah:

“Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Maha pemurah lagi Maha Penyayang. Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah, dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus. (Yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahi nikmat kepada mereka; bukan jalan orang-orang yang dimurkai dan bukan (pula) jalan mereka yang sesat.” (QS. Al Fatihah: 1-7).

Kemudian mengucapkan “Aamiin“, yang artinya: “Ya Allah, kabulkanlah permohonan kami.”

8.Membaca salah satu surat dari Al Qur’an (yang biasa dibaca dan dihafal), dan panjangkanlah bacaan surat dalam shalat  Subuh.

9.Ruku’, yakni menundukkan punggung karena mengagungkan Allah U;  membaca takbir ketika ruku’, dan mengangkat kedua tangan setinggi pundak. Disunnahkan menundukkan punggung serta menjadikan kepala lurus/sejajar dengan punggung, serta meletakkan kedua tangan di atas lutut dengan merenggangkan jari.

10.Ketika ruku’ mengucapkan:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ

“Maha Suci Rabbku yang Maha Agung.” (3x).

Lebih utama jika mau menambah dengan ucapan:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ اللّهُمَّ اغْفِرْ ليِ

“Maha Suci Engkau, ya Allah, dan dengan memuji Engkau, ampunilah aku.”

11.Mengangkat kepala dari ruku’, seraya mengucapkan:

سَمِعَ اللهُ لمَِِنْ حَمِدَهُ

“Allah mendengar orang yang memuji-Nya.”

Lalu mengangkat kedua tangan setinggi pundak.

Makmum tidak mengucapkan:   (سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ)

Tetapi mengucapkan:  رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ

12.Setelah mengangkat kepala, mengucapkan:

رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ مِلْءُ السَّمَاوَاتِ وَمِلْءُ الأَرْضِ وَمِلْءُ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ

“Ya Rabb kami, bagi-Mu pujian dengan sepenuh langit, sepenuh bumi, dan sepenuh apa saja yang Engkau kehendaki.”

13.Sujud yang pertama dengan khusyu’, serta mengucapkan “Allahu Akbar” dan bersujud di atas anggota sujud yang tujuh, yaitu kening bersama hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan jemari kedua kaki. Renggangkan kedua tangan dari lambung/perut, dan tidak meletakkan kedua lengan tangan di atas tanah, serta hadapkan jemari kaki ke arah kiblat.

14.Dalam bersujud mengucapkan:

سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلأَعْلَى

lebih baik lagi jika menambah bacaan:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ

“Maha Suci Engkau, ya Allah, Rabb kami dan dengan memuji Engkau, ya Allah, ampunilah aku.”

15.Mengangkat kepala dari sujud, seraya mengucapkan: “Allahu Akbar”.

16.Duduk di antara dua sujud, di atas telapak kaki yang kiri dan menegakkan telapak kaki yang kanan; meletakkan tangan kanan di atas ujung paha kanan mendekati lutut; menggenggam jari kelingking dan jari manis, serta mengangkat jari telunjuk, lalu menggerak-gerakkannya ketika berdo’a. Ujung ibu jari hubungkan dengan jari tengah seperti membentuk lingkaran, dan letakkan tangan kiri dengan jari-jari terbuka di atas ujung paha kiri yang dekat dengan lutut.

17.Dalam duduk diantara dua sujud mengucapkan:

رَبِّ اغْفِرْلِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَعَافِنِيْ

“Ya Rabbku, ampunilah aku, kasihanilah aku, limpahkanlah rizki-Mu kepadaku, cukupkanlah kekuranganku, dan sehatkanlah aku.”

18.Kemudian sujud kedua dengan khusyu’, dimana  bacaan dan perbuatannya seperti pada waktu sujud pertama, dan bertakbirlah ketika hendak sujud.

19.Berdiri dari sujud kedua, seraya mengucapkan takbir, dan lakukan raka’at yang kedua yang bacaan serta perbuatannya seperti yang dilakukan pada raka’at pertama. Hanya saja pada raka’at ini tidak membaca istiftah.

20.Kemudian duduk setelah selesai raka’at kedua, seraya mengucapkam takbir dan duduk persis seperti duduk diantara dua sujud.

21. Dalam duduk ini membaca tasyahud, yaitu:

التَحِيَّاتُ ِللهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَيِّبَاتُ, السَّلامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ, السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَالِحِيْنَ, أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ, اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَآَلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيـْدٌ مَجِيْدٌ, وَبَارِكْ عَلَى مُحَـمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَـمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْـمَ وآل إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيـْدٌ مَجِيـْدٌ, اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُـوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَـذَابِ القَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالمَمَاتِ وَمِنْ فِتْـنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّال

“Segala penghormatan, kesejahteraan dan kebaikan milik Allah. Keselamatan dan kesejahteraan semoga tercurahkan kepadamu, wahai Nabi, serta rahmat Allah dan berkah-Nya. Keselamatan dan kesejahteraan semoga tercurahkan kepada kami dan hamba-hamba-Nya yang shaleh. Aku bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak disembah selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya. Ya Allah berikanlah keselamatan dan kesejahteraan kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberi keselamatan dan kesejahteraan kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau maha Terpuji dan Maha Agung. Berkatilah Nabi Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau telah memberkati Nabi Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Agung. Aku berlindung kepada Allah dari siksa Jahannam, siksa kubur, fitnah kehidupan dan kematian, dan fitnah Al Masih Ad Dajjal.”

Kemudian berdo’a apa saja yang disukai dari kebaikan dunia dan akhirat.

22.Salam ke kanan dan ke kiri dengan mengucapkan:   اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ

23.Apabila shalat itu tiga raka’at atau empat raka’at, maka bacaan tasyahud berhenti sampai batas tahiyat awal, yaitu:

أَشْهَدُ أَنْ لا إِلَهَ إِلا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

24.Kemudian bangkit dengan mengucapkan takbir, serta mengangkat tangan sampai setinggi pundak.

25.Meneruskan shalat seperti pada raka’at kedua, hanya saja dalam raka’at ketiga ini hanya membaca surat Al Fatihah.

26.Duduk tawaruk, yakni menegakkan telapak kaki kanan serta mengeluarkan telapak kaki kiri dari betis kaki kanan dan mendudukkan pantat di atas tanah serta meletakkan kedua tangan di atas paha, seperti cara meletakkan tangan pada tahiyat awal.

27.Dalam posisi duduk ini membaca tahiyat keseluruhannya.

28.Kemudian salam ke kanan dan ke kiri dan mengucapkan:

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ

  1. Asrul Fadhil
    19 Maret 2011 pukul 15:16

    Saya ingin bertanya : Apabila kita sholat dengan membaca surat Al-Fatihah didalam hai apakah sholatnya sah apa tidak…
    Dan juga membaca surat-surat yang lain Jika tidak disuarakan atau di dalam hati apaka boleh ????? ……..

    Tolong Jawabannya !!!

  2. Asrul Fadhil
    19 Maret 2011 pukul 15:17

    Asrul Fadhil :

    Saya ingin bertanya : Apabila kita sholat dengan membaca surat Al-Fatihah didalam hati apakah sholatnya sah apa tidak…
    Dan juga membaca surat-surat yang lain Jika tidak disuarakan atau di dalam hati apakah boleh ????? ……..
    Tolong Jawabannya !!!

  3. 19 Maret 2011 pukul 23:25

    Sah insya Allah, hanya saja disunnahkan membacanya dengan jahr pada shalat jahr spt shalat maghrib, Isya dan Subuh

  4. Asrul Fadhil
    25 Maret 2011 pukul 13:14

    Bagaimana Jika Kita Menjadi Makmum
    Apakah Kita Harus Mengeraskan Bacaanya juga ….
    Dan Kalau Memang Harus Dikeraskan Disaat Kapan Kita Harus Mengeraskannya ???
    Tolong jawabannya

  5. Sandi
    12 Agustus 2011 pukul 15:33

    assalamu’alaikum . . .
    Sy mau b’tanya,
    1. klw sholat kan di akhiri dgn salam, tp suka ada yang mengusap wajah sehabis salam, sebenarnya ada anjuran dari rasul tdk?
    2. Hukum do’a Qunut ada sebagian yang mengatakan sunnah muakad, tp ada jg sebagian yg mengatakan, dLu memang rasul sholat shubuh menggunakan do’a Qunut, tp ketika da printah dr Allah untk tdk menggunakannya lg, rasul pun tdk berhenti menggunakan do’a Qunut. Sy ingn tau yang mana yang bnr? Klw ada hadist yg shahih atw firman Allah nya, yg menganjurkan Qunut atw tdk.

  6. Sandi
    12 Agustus 2011 pukul 16:24

    perbaikan pertanyaan, pd no. 2 ktika ada perintah dr Allah utk tdk lg mnggnkn Qunut, rasulullah pun tidak lagi menggunakan do’a Qunut.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: