Beranda > KAJIAN STUDI ISLAM, Ulumul Qur'an > Kelompok Mufasir

Kelompok Mufasir

Kita dapat mengelompokkan mufasir menjadi beberapa kelompok berikut :

• Mufasir dari kalangan sahabat, diantara para sahabat yang paling terkenal adalah ; empat khalifah, Ibn Masúd, Ibn Abbas, Ubai bin Ka’b, Zaid bin Sabit, Abu Musa Al‐Asyári, Abdullah bin Az‐Zubair, Anas bin Malik, Abu Hurairah, Jabir dan Abdullah bin Ámr bin Ás. Diantara keempat khalifah yang paling banyak diriwayatkan tafsirnya adalah Ali bin Abi Thalib ra.• Mufasir dari kalangan Tabiin (generasi setelah sahabat), Ibn Taimiyah menjelaskan, orang yang paling mengetahui tentang tafsir adalah penduduk Makkah karena mereka adalah murid‐murid Ibn Abbas, seperti Mujahid, Átâ bin Abi Rabbah, Íkrimah, Saíd bin Jubair, Tawus, dsb. Di Kufah adalah murid‐murid Ibn Masúd dan di Madinah adalah Zaid bin Aslam, pada umumnya pendapat mereka diterima dari sahabat.

• Kemudian lahirlah generasi berikutnya, sebagian besar mereka berusaha menyusun kitabkitab tafsir yang menghimpun pendapat‐pendapat para sahabat dan tabiin, seperti Sufyan bin Uyainah, Waki’ bin Al‐Jarrah, Syu’bah bin Al‐Hajajj, Yazid bin Harun, Abdurrazzaq, Adam bin Abi Iyas, Ishaq bin Rahawaih, Abd bin Humaid, dsb.

• Sesudah generasi ini muncullah angkatan berikutnya diantaranya adalah Ali bin Abi Talhah, Ibn Jarir At‐Thabari, Ibn Abi Hatim, Ibn Majah, Al‐Hakim, Ibn Madawaih, Abusy‐Syaikh bin Hibban, dll. Tafsir mereka memuat riwayat‐riwayatyang disandarkan kepada para sahabat, tabiín, dan tabiít tabiín. Semuanya sama kecuali yang disusun oleh Ibn Jarir At‐Thabari, dimana ia mengemukakan berbagai pendapat dan mentarjihkan (menguatkan pendapat) salah satu atas yang lainnya, serta menerangkan i’rab dan istinbat (penyimpulan hukum).

Karena itu tafsir ini lebih unggul dari yang lainnya.

• Generasi berikutnya menyusun kitab‐kitab tafsir yang dipenuhi oleh keterangan‐keterangan berguna yang dinukil dari para pendahulunya. pola demikian terus berlangsung. pada masa ini sudah mulai lahir tafsir yang bercorak sastra sosial yang tidak menyebutkan sanad‐sanad, ditambah sedikit pendapat para penulisnya. misalnya karya Abu Ishaq Az‐Zujaj, Abu Ali al‐Farisi, Abu Bakar an‐Naqqasy, Abu Jahar an‐Nahhas dan Abul Abbas al‐mahdawi.

• Kemudian golongan mutaakhirin menulis kitab tafsir‐kitab tafsir yang meringkas sanad-sanad riwayat dan mengutip pendapat‐pendapat secara terputus, karena itu masuklah ke dalam tafsir sesuatu yang asing dan riwayat yang sahih bercampur dengan yang tidak sahih.

• selanjutnya , setiap mufasir memasukkan begitu saja ke dalam tafsir pendapat‐pendapat yang diterima dan apa saja yang terlintas dalam pikiran yang dipercayainya. kemudian generasi sesudahnya mengutip begitu saja tanpa menyaring lagi. sampai‐sampai Imam Suyuti berkata bahwa penafsiran ayat Allah ghairil maghdubi alaihim waladholiin ada 10 macam padahal penafsiran dari Nabi, sahabat dan tabiin hanya satu yaitu ; “Orang yahudi dan Nasrani.”

• Kemudian masuk suatu masa yang dapat dicirikan dari pengkhususan penafsiran pada satu disipin ilmu yang dikuasai sang penafsir. misalnya ahli nahu (tata bahasa) hanya menulis tentang nahu ahli fikih melulu menulis tentang fiqh, dsb.

• Kemudian datanglah masa modern, pada masa ini mufasir menempuh langkah dan pola baru. pada masa ini para penafsir mulai memperhatikan aspek kelembutan uslub, keindahan ungkapan dan penekanan aspek sosial dan pemikiran kontemporer, lahirlah fafsir yang bercorak sastra sosial seperti Muhammad Abduh, Sayid Muhammad Rasyid Rida, Muhammad Mustafa al‐Maragi, Sayid Qutub dan Muhammad ‘Izzah Darwazah.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: