Beranda > Ulumul Qur'an > Hakikat Wahyu.

Hakikat Wahyu.

Al‐Wahyu adalah kata dalam bahasa arab yang artinya tersembunyi dan cepat. atas dasar ini para ulama secara bahasa mendifinisikan wahyu sebagai ” Apa yang dibisikkan ke dalam sukma, yang diilhamkan, dan merupakan isyarat yang cepat yang lebih mirip pada sesuatu yang dirahasiakan daripada dilahirkan; sesuatu yang dituangkan dengan cara cepat dari Allah SWT ke dalam dada para nabi‐Nya. Wahyu merupakan kebenaran yang langsung disampaikan Allah SWT kepada para nabi‐Nya.

Allah SWT telah menerangkan dalam Alquran cara memberitahukan para nabi‐Nya mengenai apa yang dikehendaki‐Nya, dengan firman‐Nya: “Dan tidak ada bagi seorang manusia pun bahwa Allahberkata‐kata dengan dia kecuali dengan perantaraan Wahyu atau di belakang tabir atau dengan mengutus seorang utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan se‐izin‐Nya apa yang Dia kehendaki…” (QS.42:51). Dari kandungan ayat tersebut dapat dipahami bahwa Allah SWT menurunkan wahyu‐Nya kepada nabi dan rasul dengan tiga cara :

Allah SWT memberi pengetahuan dengan tidak memakai perantaraan.

Pengetahuan itu tiba‐tiba dirasakan seseorang dan timbul dalam dirinya secara tiba‐tiba sebagai suatu cahaya yang menerangi jiwanya. Mimpi nabi yang benar (sadiqah) termasuk dalam bagian ini. wahyu serupa ini telah diterima Nabi Ibrahim AS, yaitu tentang perintah Allah SWT untuk menyembelih anaknya, Ismail AS. Hal ini juga terjadi pada diri Nabi Muhammad SAW di masa permulaan turunnya wahyu.

Memperdengarkan suara dari belakang tabir dan nabi mendengar wahyu dari belakang tabir itu.

Hal ini diperoleh Nabi Musa AS di Bukit Tursina (Gunung Sina) dan Nabi Muhammad SAW ketika melakukan isra mikraj. Mengutus Malaikat Jibril (sebagai pembawa wahyu), yang disebut dalam Alquran sebagai ar‐Ruh al‐Amin atau Rohul Kudus. Dalam surah asy‐Syu’ara ayat 192‐195 Allah SWT berfirman yang artinya: “Dan sesungguhnya Alquranini benar‐benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam. Dia dibawa turun oleh ar‐Ruh al‐Amin (Jibril); ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di

antara orang‐orang yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas.” Malaikat Jibril kadangkala mendatangi Muhammad SAW dengan menyerupai seorang laki‐laki yang tampan. Di saat lain Jibril memperlihatkan dirinya dalam bentuk yang asli, yang memiliki enam ratus sayap.

Tak ragu lagi Alquran memang menjadi fokus perhatian para Sahabat, Tabiin dan generasi sesudahnya. Ini terbukti dari hasil penelitian mereka berkenaan dengan Alquran. Hasil kajian mereka memang menjadi pilar‐pilar penting yang jadi acuan kaum muslimin yang peduli terhadap interaksi dengan Alquran karena kesadaran bahwa kalam Allah adalah cahaya benderang petunjuk dan penuntun jalan kehidupan ini.

Kategori:Ulumul Qur'an
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: