Beranda > KAJIAN STUDI ISLAM, Ulumul Qur'an > Tafsir bil‐Ma’tsur dan Tafsir bil‐Raýi.

Tafsir bil‐Ma’tsur dan Tafsir bil‐Raýi.

Karakter tafsir Al‐Quran dapat dikelompokkan kedalam dua besar yakni ; Tafsir bil‐Ma’sur dan tafsir bil‐Raýi.

Tafsir bilma’sur.

Ialah penafsiran berdasarkan pada kutipan‐kutipan yang sahih menurut urutan pengambilan pendapat seperti yang telah dijelaskan minggu lalu, yakni menafsirkan Quran dengan Quran, kemudian Quran dengan Sunah, lalu perkataan para sahabat, tabiin, tabiit tabiin. Sang penafsir harus melihat dan menyampaikan penafsiran para pendahulu mereka. Ia tidak diperkenankan melakukan ijtihad untuk menjelaskan suatu makna ayat tanpa ada dasarnya. Dengan cara seperti ini tentu perbedaan pendapat diantara para penafsir bil‐ma’sur sangat sedikit jumlahnya dibanding dengan mereka yang menggunakan prinsip bil‐raýi. Tafsir bil‐ma’sur adalah tafsir yang harus diikuti dan menjadi pedoman utama karena ia adalah penafsiran yang sangat aman untuk menjaga diri dari ketergelinciran dan kesesatan.Tafsir bilraýi.

Ialah penafsiran yang menggunakan pemikiran sendiri. Sang penafsir merenungi suatu ayat dan mencari makna yang dapat ditangkapnya dengan ilmu yang dikuasainya, ia menggali sedalam mungkin suatu ayat dan memaparkan tafsir berdasarkan eksplorasinya tadi. Penafsiran dengan cara ini dapat dibagi menjadi dua ; yakni yang semata hanya menggunakan akal saja tanpa ada dasar misalnya kaidah‐kaidah bahasa, prinsip‐prinsip syarak (hukum Islam), dan lain sebagainya. Dan Penafsiran yang mempertimbangkan prinsip‐prinsip hukum Islam secara menyeluruh dan aspekaspek keilmuan yang terus berkembang sehingga dapat dilahirkan pengertian yang baru dan kontekstual dengan ayat‐ayat Quran. Yang pertama (yang hanya menggunakan akal semata) tentu dilarang sedangkan yang kedua diperbolehkan.

Kitab‐kitab tafsir yang tergolong dalam Tafsir bi al‐Ma’sur antara lain adalah Jami’al‐Bayan fi Tafsir Al‐Qur’an oleh Imam at‐Tabari, Bahr al‐’Ulum (Samudera Ilmu) oleh Nasr bin Muhammad as‐Samarqandi, al‐Kasyf wa al‐Bayan ‘an Tafsir Al‐Qur’an (Penyingkap Tabir dan Penjelasan Tafsir Al‐Qur’an) oleh Abu Ishaq as‐Sa’labi, Ma’alim at‐Tan‐zil (Khazanah Ilmu tentang Wahyu) olehMuhammad al‐Husain al‐Bagawi, al‐Muharrir al‐Wajiz fi Tafsir al‐Kitab al‐’Aziz (Ungkapan‐Ungkapan Singkat tentang Kitab yang Mulia) oleh Abu Muham‐mad al‐Andalusi, Tafsir Al‐Qur’an al‐’Azim (Tafsir Al‐Qur’an yang Mulia) oleh Ibnu Kasir, al‐Jawahir al‐Hisanfi Tafsir Al‐Qur’an (Permata‐Permata Kebaikan dalam Tafsir Berdasarkan Riwayat) oleh Abu Zaid as‐Sa’alibi, dan ad‐Durr al‐Mansur fi at‐Tafslrbi al‐Ma’sur oleh Jalaluddin as‐Suyuti.

Adapun kitab‐kitab tafsir yang termasuk dalam Tafsir bi ar‐Ra’yi antara lain adalah al‐Bahr al‐Muhit (Samudera yang Dalam) oleh Muhammad al‐Andalusi, Gara’ib Al‐Qur’an wa Raga’ib al‐Furqan oleh Nizamuddin an‐Naisabur, dan Ruh al‐Ma’ani fi Tafsir Al‐Qur’an al‐’Azim wa as‐Sab’ al‐Masani (Semangat‐Semangat Makna dalam Tafsir Al‐Qur’an dan Surah al‐Fatihah) oleh Allamah al‐Alusi.

About these ads
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: