Beranda > Fiqih, Haji dan Umrah, KAJIAN STUDI ISLAM, Puasa, Shalat, Toharah, Zakat > Sunnah-Sunnah Saat Menyembelih Hewan Kurban

Sunnah-Sunnah Saat Menyembelih Hewan Kurban

1. Disunnahkan yang berkurban menyembelih sendiri.

Dari Anas bin Malik berkata: “Sungguh aku melihat Rasulullah menembelih hewan kurbannya dengan tangan beliau seraya meletakkan kakinya di atas punggungnya” (Sunan Ibnu Majah)

Jika tidak bisa maka hendaklah hadir dan menyaksikan, Sesuai Sabda Rasulullah:

Dari Umran bin Husain berkata: Rasulullah saw bersabda: “Wahai Fatimah bangkitlah dan saksikanlah hewan kurbanmu, sesungguhnya dosamu yang pernah kamu lakukan diampuni bersamaan dengan tetesan darah pertama dari darahnya yang mengalir, dan bacalah: ‘Inna shalatiy wa nusukiy wa mahyaya wa mamati lillahi Rabbil ‘Aalamiin laa syariika lahu wa bidzalika umirtu wa ana minal muslimin’(HR. Al Baihaqi)

2.  Mengasah alat untuk menyembelih hingga tajam.

“Sesungguhnya Allah telah menetapkan ihsan (berlaku baik) atas segala sesuatu, maka jika kalian membunuh, berlaku baiklah dalam membunuh dan jika kalian menyembelih, maka berlaku baiklah dalam menyembelih. Dan hendaklah salah seorang dari kalian mempertajam pisaunya dan tenangkanlah sembelihannya (dengan mempercepat kematiannya)”. (HR. Ahmad, Muslim dan Ashabus Sunan yang empat)

3. Tidak mengasah pisau di depan hewan sembelihan, tidak menyembelihnya di hadapan hewan yang lain dan tidak menariknya dengan keras/ kasar.

Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Rasulullah r melewati seseorang yang meletakkan kakinya di perut kambing sambil mengasah pisaunya, sedang kambing tersebut melirik ke arahnya, maka beliau r bersabda, “Mengapa tidak kamu lakukan (mengasah pisau) sebelum ini? Apakah kamu ingin membunuhnya dua kali, tidakkah kamu mengasah pisaumu sebelum kamu membaringkannya”. Hadits shahih diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dan Al Hakim. Lihat Ash-Shahihah (no. 24)

4. Menghadap kiblat

Dilakukan dengan membaringkan kambing atas sisinya yang kiri kemudian meletakkan telapak kaki yang kanan di atas sisi kambing yang kanan, sehingga memudahkan bagi penyembelih untuk memegang pisau dengan tangan kanan dan menahan kepala kambing dengan tangan kiri. Lihat Fathul Bari (10/15).

Adapun unta maka sunnah dalam menyembelihnya adalah dalam keadaan berdiri yaitu terikat (kaki kiri depannya) dan berdiri di atas ketiga kakinya yang lain. Berdasarkan dalil firman Allah I, “…maka sebutlah olehmu nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri (dan telah terikat). Kemudian apabila telah roboh (mati), maka makanlah sebahagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami telah menundukan unta-unta itu kepada kamu, mudah-mudahan kamu bersyukur”. (Qs. Al Hajj: 36).

5. Berdo’a dengan do’a yang diajarkan Rasulullah saw:

“Dengan nama Allah, Allah Maha Besar, ya Allah sesungguhnya ini dari-Mu dan untuk-Mu”. HR. Abu Daud, “Ya Allah terimalah dariku”. (HR. Muslim)

About these ads
  1. 23 April 2014 pukul 11:17

    Artikel yang sangat bermanfaat.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: